kata bijak inspiratif

“kau tau? Seandainya Tuhan
mengirimkan sosok yang bahkan jauh
lebih sempurna dibandingkan dengan
mu, apa yang akan aku lakukan
terhadapnya?, aku akan diam dan
mengacuhkannya.. Lalu ku lanjutkan
melangkah bersamamu untuk
mencapai Kesahihan Cinta didalam
Keridhaan Sang Segala Maha.. ”

"Aku Menghargai keindahannya bukan
dengan puji-pujian yg berlebih-lebihan,
melainkan yang selalu kusampaikan
untuknya adalah bait-bait Do’a
terbaik..
Dengan itu aku menghargai
keindahannya dan itu caraku
mensyukuri ciptaanNya"

"Mengapa mesti marah? Harusnya kau bersyukur karna banyak orang yg mecintainya.. Kau berhak mencintainya dan merekapun berhak mencintainya.. Soal memilih siapa yang dia cinta, itu pun Haknya.."

"Tak perlulah kau memaksanya untuk mencintaimu, tak perlulah kau takut kehilangannya kalau kau masih percaya Tuhanmu jauh lebih besar dari pada rasa Takutmu. Dan Tuhan pun tak pernah memaksa hambanya untuk menyembahNya & tak pernah ada paksaan didalamnya, lalu ada apa denganmu?"

"Percayalah Tuhan itu Maha Romantis"

"Mungkin kini Tuhan cemburu denganmu yang terlalu mencintai kekasihmu itu sehingga lebih banyak sakitnya ketimbang bahagianya.."

"Haruskah aku mengartikanmu sebagai kupu-kupu yang datang dengan keindahannya dan singgah dalam lamunan, lalu pergi tanpa alasan? Atau Mungkin aku saja yang terlalu berharap agar kupu-kupu yang telah pergi berharap akan datang kembali dan inginkan agar aku memilikinya? Dan Kini aku mengartikan diriku sebagai pohon usang yang tak memiliki bunga untuk kau serap madunya.. Lalu aku mengartikan lagi dirimu dengan kata “Kehilangan”

"Banyak hal yang tak mampu dijelaskan dengan kata dan hanya mampu dirasa.. Maka, Jangan salahkan ketika aku tak mampu menjelaskan semuanya karna menurutku, kata adalah sesuatu yang memiliki Batas pengungkapan makna, dan sayangnya aku Bukanlah Sang Maha yang mampu menjelaskan semuanya, aku masih terlalu Amatiran untuk menjelaskan Rasa"

"Teruntuk Petir.. Puaskan saja gelegarmu
Teruntuk Hujan.. Puaskan saja tangismu
Teruntuk Angin.. Puaskan saja badaimu
Teruntuk Mata Hari.. Puaskan saja sinarmu..
Teruntuk Malam.. Puaskan saja gelapmu.. 
Dan Teruntuk pengusik.. Puaskan saja menggangguku..
Lalu Aku.. Aku Akan tetap diam dan mengistirahatkan lelahku setelah seharian menghadapi kalian dengan sepuas-puasku bersama dengan-Nya..
Ucapan terimakasihku, aku pikir tak cukup untuk mewakili rasa syukurku padaMu yang telah menghadirkan sosoknya sebagai alasan mengapa aku harus bertahan sampai sejauh ini, mungkin karna dia yang menjadi alasan terkuatku dalam lembaran skenario Tuhan yang teramat asik.."
"
"Ucapan terimakasih, aku pikir tak cukup untuk mewakili rasa syukurku padaMu yang telah menghadirkan sosoknya sebagai alasan mengapa aku harus bertahan sampai sejauh ini, mungkin karna dia yang menjadi alasan terkuatku dalam lembaran skenario Tuhan yang teramat asik..."

“Di dunia ini mana ada yang gratis” Haruskah saya berkata pada orang yang berbicara seperti itu “saya teramat kasihan kepada anda yang memiliki hidup sempit, sesempit hati & pola pikir anda“ ahh sudahlah..

"Dua orang yang sama-sama pernah tersakiti kini bertemu agar tidak sampai saling menyakiti karna tau, disakiti itu tak mengasikan Dan semoga mereka saling membalut luka untuk melupakan luka.."

"Aku Menghargai keindahannya bukan dengan puji-pujian yg berlebih-lebihan, melainkan yang selalu kusampaikan untuknya adalah bait-bait Do’a terbaik
Dengan itu aku menghargai keindahannya dan itu caraku mensyukuri ciptaanNya.."

"Walaupun dia itu Gurumu, tapi dia tetaplah laki2 yang jelas2 bukan muhrimmu dan masih berkedudukan sebagai Manusia yang masih memiliki Nafsu.. Maka dari itu tetaplah jaga kehormatanmu"

"Jangan sapa aku ketika aku marah Karena pada saat itulah aku sedang berada dalam proses memahami diri dan beradaptasi dengan emosi sendiri agar menjadi pribadi yang lebih baik dari yang kemarin.."

"Tak sepantasnya untuk ku merendahkan ataupun membenci ciptaanNya.. Karna akupun ciptaanNya pula, jika aku merendahkan bahkan menikamnya Lantas atas dasar hukum yang mana dan atas nama siapa aku melakukan hal tersebut? Karna sejatinya kita memang diciptakan oleh Tuhan yang sama.."



https://www.facebook.com/yopi.nurdiansyah



Komentar